RINGKASAN
Salah stu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Sementara setiap hari pabrik memproduksi kantong plastik dan berakibat pada penumpukan sampah yang tidak dapat terurai.
Kota Madiun merupakan kota transit pada jalur selatan yang menghubungkan kota-kota di Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat seperti Surabaya, Jombang, Madiun, Solo, Yogyakarta sampai Jakarta, sehingga kota madiun cocok dan menarik untuk mengembangkan sektor industri, perdagangan ,jasa maupun angkutan. Banyak penumpang yang singgah di Madiundengan membawa perbekalan terutama air mineral. Maka tidak di pungkiri bahwa banyak botol plastik yang di buang.
Hal tersebut memotivasi kami untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan sampah dibutuhkan alternatif yang salah satunya ialah pemanfaatan atau daur ulang. Berkaitan dengan hal tersebut kami akan memanfaatkan sampah plastik berupa botol bekas untuk dijadikan sebagai ornamenpenghias rumah yakni lampu tidur. Di daerah inovasi ini di harapkan sampah akan berkurang serta berdaya guna dan memiliki nilai jual yang tentunya memberi manfaat bagi semua pihak khusunya mahasiswa untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan.
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Kota Madiun merupakan kota transit pada jalur selatan yang menghubungkan kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat seperti Surabaya, Jombang, Madiun, Solo, Jogjakarta sampai DKI Jakarta, sehingga kota madiun cocok dan menarik untuk mengembangkan sektor industri, perdagangan jasa maupun angkutan. Banyak penumpang yang singgah di Madiun dengan membawa perbekalan terutama air meniral. Maka tidak dipungkiri bahwa banyak sampah botol plastik yang dibuang.
Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Madiun tahun 2012 lalu, sampah yang terangkut sebanyak 105 meter kubik, tahun 2013 hingga April ada kenaikan volume sampah sekitar 5% setiap harinya. Hal itu dikarenakan penggunaan barang berlebihan sehingga memicu banyaknya sampah baik dari perumahan maupun dari pasar-pasar tradisional seperti di Dolopo, Jiwan hingga Caruban. Akibatnya, banyak sampah yang menumpuk dan terbengkalai.
Untuk menyelesaiakan permasalahan yang berkaitan dengan sampah dibutuhkan suatu alternatif yang salah satunya ialah pemanfaatan atau daur ulang. Berkaitan dengan hal tersebut kami akan memanfaatkan sampah plastik berupa botol bekas untuk dijadikan sebagai ornamen penghias rumah yakni lampu tidur. Di daerah Madiun sendiri masih minim sekali kuantitas pengrajin bahkan penjual lampu tidur. Dengan inovasi ini diharapkan sampah akan berkurang serta berdaya guna dan memiliki nilai jual yang tentunya memberi manfaat bagi semua pihak khususnya mahassiswa untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan.
Lampu tidur ini kami pasarkan dengan cara manual. Artinya mempromosikan dari mulut ke mulut dan untuk promosinya melalui sosial media dan brosur yang kami sebarkan kepada masyarakat.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas dapat di tarik rumusan masalah yaitu :
1. Bagaimanakah proses pembuatan lampu tidur dari bahan mentah sampai menjadi produk jadi?
2. Bagaimanakah strategi pemasaran produk lampu rame – rame ?
C. TUJUAN
Adapun tujuan dari program ini adalah:
1. Mengetahui proses pembuatan lampu tidur dari bahan mentah sampai menjadi produk jadi.
2. Mengetahui strategi pemasaran produk lampu rame – rame.
3. Merintis jiwa kewirausahaan mahasiswa.
D. LUARAN YANG DI HARAPKAN
Adapun lauaran yang di hasilkan dari program kreativitas mahasiswa ini adalah :
1. Produk berupa lampu tidur, spesifikasi produknya adalah
a. Nama produk : Pulang Rame – Rame ( lampu murah meriah )
b. Harga : Rp
c. Berat : 0,5 Kg
d. Warna : warna warni
E. KEGUNAAN
Adapun kegunaan dari program ini adalah:
1. Bagi lingkungan sosial
a. Membantu menanggulangi sampah di kota Madiun
b. Membantu menanggulangi masalah pengolahan sampah di Madiun.
c. Menumbuhkan sikap lebih perduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan lebih menghargai sampah.
2. Bagi mahasiswa pelaksana
a. Memberikan kesempatan untuk mengembangkan wawasan dalam berinteraksi sosial.
b. Mengembangkan kemampuan dalam bekerja sama, baik dengan anggota tim, pendamping maupun dengan pemerintah.
c. Menambah pendapatan mahasiswa.
BAB 2
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
1. Ide produk
Usaha pembuatan lampu tidur dari botol ini terinspirasi dari banyaknya sampah botol plastik tempat pembuangan akhir, kabupaten Madiun yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Bertolak dari hal tersebut kami mencoba membuatnya menjadi lampu tidur dari botol yang bernilai ekonomis.
2. Deskripsi Usaha
Lokasi bisnis lampu tidur ini nantinnya akan dilakukan di sekitar Pasar Kojo Madiun. Berdasarkan hasil survey yang kami lakukan dari 100% penjual lampu tidur, 65% dinyatakan berhasil. Hal ini menunjukan bahwa lampu tidur memiliki peluang besar untuk dijadikan suatu inovasi wirausaha yang baru. Wirausaha baru di bidang lampu tidur ini sangat profesional dan kreatif untuk dijadikan usaha baru karena produk tersebut menggunakan botol bekas yang dapat mengurangi penumpukan limbah sampah botol plastik yang ada di daerah Madiun. Botol bekas ini disulap sedemikian rupa agar lebih menarik sehingga dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Oleh karena itu lampu tidur ini merupakan bagian industri yang mempunyai peluang bisnis dan bisa juga menjadi lapangan pekerjaan yang bisa merekrut masyarakat sekitar.
Sebelum bisnis ini dijalankan, kami melakukan survey pasar sehingga diketahui lampu tidur apa yang disukai oleh masyarakat. Sehingga kami dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan produk kami. Untuk itu kami rancang strategi pemasaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi usaha kami. Agar bisnis terus berkembang kami melakukan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk kami. Untuk memperoleh botol bekas ini kami menjalin kerjasama dengan mitra pengepul barang bekas.
Di era globalisasi saat ini, strategi pemasaran yang murah sekaligus efektif adalah melalui internet yaitu melalui facebook, twitter maupun BBM. Disamping itu pemasaran juga dilakukan dengan memasang iklan berupa brosur dan pamflet dipinggir jalan serta radio dan televisi. Kami juga menjalin kerjasama dengan mitra untuk memperoleh bahan baku botol bekas dan untuk menjual hasil produk yang dihasilkan.
3. Tahap pemasaran yang telah dilakukan
a. Strategi produk
Strategi produk yang telah dilakukan adalah dengan mengambil bahan baku dari pemasok botol bekas dan juga yang membuat lampu tidur sendiri berdasarkan informasi dari internet dan televisi, serta hasil kreatifitas dan inovasi kami.
b. Strategi harga
Strategi harga yang telah dilakukan adalah menyesuaikan dengan harga pasar. Rata-rata harganya Rp. 35.000,- dalam bentuk jadi.
c. Strategi distribusi dan promosi
Strategi distribusi yang telah kami lakukan adalah manual. Artinya menjual dengan hanya menunggu pelanggan memesan atau datang langsung dan untuk promosinya melalui internet dan dari mulut ke mulut, melalui pamflet dan brosur yang kami sebarkan kepada masyarakat.
4. Analisis Pemasaran Produk
Strategi pemasaran yang kami gunakan adalah:
a. Strategi produk
Kelebihan dari strategi produk yang telah dilakukan adalah mengutamakan kualitas produk. Produk lampu tidur ini telah dibuat dengan memperhatikan pernak-pernik penghiasnya sedetail mungkin. Cat pewarna yang digunakanpun dipilih dari cat dengan kualitas terjamin sehingga tidak mudah pudar.
b. Strategi distribusi
Kekurangan dari strategi distribusi yang telah dilakukan masih menggunakan sistem manual sehingga kurang efektif untuk dijalankan. Strategi distribusi yang akan dijalankan adalah dengan membuka beberapa cabang di berbagai tempat, seperti di sekitar kampus IKIP PGRI Madiun, alun-alun Madiun, Ponorogo dan Magetan, termasuk juga di dunia mainan. Selain itu, akan ada sistem order delivery bagi konsumen yang memesan dalam jumlah yang banyak yang berada di daerah. Dengan adanya sistem order delivery ini akan memberikan kemudahan dan kepuasan bagi konsumen.
b. Strategi harga
Strategi harga yang dilakukan berdasarkan harga pasar, harga lampu tidur yang ditetapkan setara dengan harga pasar dengan tetap menjaga kualitas lampu tidur. Akan diberikan diskon khusus untuk pembelian partai atau lebih dari 100 buah.
c. Strategi promosi
Kekurangan dari strategi promosi yang telah dilakukan adalah kurang luasnya wilayah promosi karena hanya dari mulut ke mulut. Publikasi produk untuk promosi dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan unit kewirausahaan IKIP PGRI Madiun. Lembaga ini merupakan semacam inkubator bisnis bagi karya mahasiswa IKIP PGRI Madiun yang layak untuk dikomersialisasikan. Promosi penjualan yang akan dilakukan, yaitu melalui via internet seperti facebook dan twiter karena kita memanfaatkan teknologi yang ada untuk mempermudah promosi.
5. Analisis SWOT
1. Strength
a. Produk lampu ini menggunakan bahan bekas berupa botol plastik bekas.
b. Harganya terjangkau.
c. Usaha ini belum ada di Kabupaten Madiun.
2. Weakness
a. Jaringan pemasaran yang belum luas.
3. Opportunity
a. Harga produk yang terjangkau.
b. Produk ini berbeda dari produk lainya karena menggunakan botol bekas.
4. Threat
a. Masih terikat kuat dengan jadwal kuliah yang padat.
b. Modal awal yang dibutuhkan cukup besar sementara dana belum
terpenuhi.
BAB 3
METODE PELAKSANAAN
Metode yang digunakan dalam PKM-K dijabarkan melalui prosedur sebagai berikut ;
1. Konsultasi dengan dosen pendamping tentang proposal PKM-K.
2. Mencari bahan baku yang akan dibuat menjadi lampu tidur.
3. Observasi sasaran pemasaran produk di pasar Koja Kabupaten Madiun.
4. Membuat rancangan kegiatan tentang cara pembuatan botol bekas menjadi lampu tidur adalah :
Lampu Rame – Rame (Lampu Tidur Murah Meriah)
Alat :
• Alat pemotong
• Obeng
• Stop kontak
• Alat semprot cat
• Rakdisplay
Bahan :
• Cat minyak
• Botol bekas
• Lampu
• Pitting
• Pot/alas lampu hias
• Kabel
Langkah Pembuatan :
1. Potonglah bagian bawah botol.
2. Kemudian bagian tengah botol di gunting kira – kira dengan lebar 1 cm.
3. Setelah bagian tersebut selesai lalu di lengkungkan.
4. Rangkai kabel dengan piting.
5. Masukan botol bagian atas ke piting di rekatkan menggunakan lem.
6. Setelah kering dan kuat kemudian pasang lampu tersebut.
5. Evaluasi program.
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Penelitian Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Konsultasi pelaksanaan kegiatan ke dosen pembimbing
2. Pengadaan alat dan bahan
3. Pelaksanaan kegiatan dan pemasaran produk
4. Evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan akhir
4.2 Anggaran Biaya Lampu Tidur
1. Anggaran Biaya
a. Pelaksanaan dan Operasional Awal Pembuatan Lampu Tidur
Uraian Jumlah Harga satuan (Rp.) Besarnya (Rp.)
Scan proposal 10 lbr 2.000 20.000
Print proposal 30 lbr 500 15.000
Jilid proposal 3 proposal 5.000 15.000
Total 50.000
b. Biaya Habis Pakai (1 bulan)
Uraian Jumlah Harga satuan (Rp.) Besarnya (Rp.)
Cat minyak 24 kaleng 35.000 840.000
Botol bekas 300 buah 5.00 150.000
Lampu 300 buah 5.000 1.500.000
Pitting 300 buah 2.500 750.000
Pot/alas lampu hias 300 buah 7.500 2.250.000
Kabel 300 meter 5.000 1.500.000
Total 6.990.000
c. Biaya Perlengkapan Penunjang
Uraian Jumlah Harga satuan (Rp.) Besarnya (Rp.)
Alat pemotong 2 buah 7.500 15.000
Obeng 1 set 50.000 50.000
Stop kontak 1 set 15.000 15.000
Alat semprot cat 2 set 30.000 60.000
Rak display 1 set 150.000 150.000
Total 290.000
d. Total Biaya
No. Uraian Besarnya (Rp.)
1. Pelaksanaan operasional dan awal pembuatan 50.000
2. Biaya habis pakai (1 bulan) 6.990.000
3. Biaya peralatan penunjang 290.000
Total 7.330.000
2. Biaya Produksi
Biaya pembuatan lampu tidur per buah Rp 5.000,-
Total produksi lampu tidur per buah Rp 25.000,-
Harga jual per buah Rp 35.000,-Produksi 1 (satu) hari dengan asumsi 10 buah Rp 350.000,-
Nilai jual dalam satu bulan 300 buah Rp 10.500.000,-
3. Perhitungan Laba-Rugi
a. Alat pemotong dan alat semprot diasumsikan memiliki nilai ekonomis 2 tahun (24 bulan), maka nilai penghasilan Rp 75.000,-/24 per produksi (1 bulan) adalah Rp = Rp 3.125,- dibulatkan menjadi Rp 3.200,-
b. Proyeksi laba per bulan Rp (10.500.000) – ((300 x 25.000) + (300 x 5.000 )) = Rp 1.500.000,-.
LAMPIRAN – LAMPIRAN
Lampiran 1
BIODATA KETUA KELOMPOK
1. Nama : Erianto
2. NPM : 12141.336
3. Tempat, Tanggal Lahir : Gunungkidul, 15 Februari 1994
4. Fakulas/ Jurusan : FIP/PGSD
5. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Madiun
6. Alamat Kampus : Jl. Setiabudi No. 85 Madiun Jawa Timur
Telp. (0351) 462986
7. Alamat Rumah : Jl. Munggut Asri Blok B.O 25 Munggut,
Kec. Wungu Kab. Madiun
8. Nomor Telepon/Hp : 085 649 166 687
9. Waktu Untuk Kegiatan PKM-K : 5 jam/minggu
10. Riwayat Pendidikan :
No Jenjang NamaLembaga Tahun
1 SD SDN Paliyan 2 2000 – 2006
2 SMP SMPN 1 Paliyan 2006 – 2009
3 SMA SMAN 1 Playen 2009 – 2012
11. Pengalaman Organisasi :
No Tahun Organisasi Jabatan
-
Lampiran 2
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK
1. Nama : Diki Nurul Islami
2. NPM : 12141.221
3. Tempat, Tanggal Lahir : Ngawi, 13 April 1994
4. Fakulas/ Jurusan : FIP/PGSD
5. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Madiun
6. Alamat Kampus : Jl. Setiabudi No. 85 Madiun Jawa Timur
Telp. (0351) 462986
7. Alamat Rumah : Desa Pengkol Kec. Mantingan Kab. Ngawi
8. Nomor Telepon/Hp : 085 649 166 692
9. Waktu Untuk Kegiatan PKM-K : 4 jam/minggu
10. Riwayat Pendidikan :
No Jenjang NamaLembaga Tahun
1 SD SDN Kawu 3 2000 – 2006
2 SMP SMPN 1 Kedunggalar 2006 – 2009
3 SMA SMAN 1 Kedunggalar 2009 – 2012
11. Pengalaman Organisasi :
No Tahun Organisasi Jabatan
-
Lampiran 3
BIODATA ANGGOTA KELOMPOK
1. Nama : Desy Cahyaningtiyas
2. NPM : 12141223
3. Tempat, Tanggal Lahir : Madiun, 16 Desember 1993
4. Fakultas/ Jurusan : FIP / PGSD
5. Perguruan Tinggi : IKIP PGRI Madiun
6. Alamat kampus : Jl. Setiabudi No. 85 Madiun Jawa Timur
Telp. (0351) 462986
7. Alamat Rumah : Desa Klecorejo kec.Mejayan Kab. Madiun
8. Nomor telepon/Hp : 085 655 604 614
9. Waktu untuk kegiatan PKM-K : 4 jam/minggu
10. RiwayatPendidikan:
No Jenjang NamaLembaga Tahun
1 SD SDN Klecorejo 01 2000 – 2006
2 SMP SMPN 2 Mejayan 2006 – 2009
3 SMA SMAN 2 Mejayan 2009 – 2012
No. Tahun Organisasi Jabatan
-
11. Pengalaman Organisasi:
SURAT KETERANGAN KERJASAMA
Yang bertanda tangan dibawah ini :
1. Nama : Dyta Prasanti
Jabatan : Mahasiswa
Alamat : Ds. Teguhan RT 24 / RW 06 Kecamatan Jiwan
Kabupaten Madiun
Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama
2. Nama : Tatik
Jabatan : Pengepul botol bekas
Alamat : Jln. Gang buntu belakang pasar besar Madiun
Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua
Dengan ini pihak pertama menyatakan permohonan kerjasama untuk memasok botol bekas sebagai bahan baku pembuatan lampu “ Pulang rame-rame “ untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengolah limbah plastik terutama limbah botol bekas agar memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat mengurangi limbah plastik yang ada di sekitar jln. Gang buntu belakang pasar besar Madiun.
Selanjutnya pihak kedua menyatakan kesediaan untuk bekerjasama dalam program pembuatan lampu “ Pulang rame-rame “ untuk meningkatkan minat masyarakat dalam mengolah limbah plastik terutama limbah botol bekas agar memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat mengurangi limbah plastik yang ada di sekitar jln. Gang buntu belakang pasar besar Madiun.
Bersama ini dinyatakan bahwa diantara kedua belah pihak tidak mempunyai ikatan keluarga dalam bentuk apapun. Surat pernyataan kesediaan kerjasama ini dibuat tanpa adanya unsur paksaan dan penuh kesadaran serta tanggung jawab saling membantu dalam upaya meningkatkan kreatifitas masyarakat.
Pihak kedua
TATIK
WAGIJO, S.Pd
NIP. 195208121974121005 Madiun, 4 Oktober 2013
Pihak pertama
ERIANTO
NPM.14141336
DYTA PRASANTI
NPM. 07411.071
Sabtu, 10 Januari 2015
PKM
00.51
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar