Kurikulum 2013
Dalam Tantangan
Asean Comunity 2015
Asean Comunity 2015 akan menimbulkan banyak dampak. Pasar bebas Assean itu di antaranya akan membawa konsekuensi tenaga kerja asing dari negara tetangga akan masuk dengan bebas ke indonesia. Siapkah lulusan pendidikan Indonesia menghadapi Pasar Bebas Asean?
Kualitas pendidikan di indonesia ,benar-benar di pertaruhkan dalam menghadapi Asean Community 2015. Secara eksplisit, 3 pilar utama Asean Community 2015 tidak meninggung bidang pendidikan menjadi sasaran. Namun secara implisit sektor pendidikan tidak kecil perannya menghadapi kehidupan global tersebut. Bidang pendidikan akan memiliki kontribusi besar dalam menyiapkan kualitas SDMagar mampu berkompetisi di pasar global.
Pendidikan memang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas SDM. Fungsi pendidikan tidak lain merupakan sebuah proses dimana seseorang dididik agar dapat memiliki kualitas moral dan keahlian yang nantinya memiliki kualitas moral dan keahlian yang nantinya memiliki manfaat untuk masa depan. Pendidikan menjdi jembatan bagi seseorang untuk dapat memasuki dunia kehidupan pada fase berikutnya. Oleh karena itu , pendidikan yang berkualitas sangat di butuhkan untuk meningkatkan potensi seseorang agar dapat memasuki fase kehidupan selanjutnya.
Permasalahan klasik bidang pendidikan di indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan di jenjang satuan pendidikan dasar dan menegah. Berbagai langkah telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum,peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan , pengadaanbuku dan alat pelajaran ,pengadaan saranadan prasarana pendidikan ,serta peningkatan manajemen sekolah. Bagaimana hasilnya?
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan kualitas pendidikan di indonesia masih rendah. Besarnya anggaran pendidikan yang di alokasikan pemerintah,yakni 20 persen APBN, belum mampu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan di indonesia.
Survei dari program poor program student assesment untuk anak umur 15 tahun ke bawah,hasilnya menunjukan kemampuan membaca dan matematika anak indonesia di urutan 64 dari 65 negara dan posisi indonesia hanya unggul dari negara chili.
Padahal ,kualitas pendidikan sangat menentukan daya saing SDM Indonesia di tingkat dunia. Terlebih tidak lama lagi, indonesia akan menghadapi pasar bebas Asean 2015. Tantangan kedepan , daya saing SDM di ukur dari konteks Ketenagakerjaan. Saat ini kualitas tenaga kerja indonesia masih rendah, struktur psar tenaga kerja indonesia masih didominasi oleh pekerja lulusan SD.
Analisa dari bdan pendidikan dunia (UNESCO) ,sangat memprihatinkan ,kualiatas guru di indonesia berdasarkan hasil survey berada pada level 14 dari 14 negara berkembang .kualitas guru di indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di asia pasifik. Posisi tersebut menempatkan indonesia dibawah vietnam.
Berikut urutan kualitas pendidikan indonesia di mata dunia,berdasarkan hasil survei World Competitiveness Year Book dari tahun 1997 sampai tahun 2007 :
• Tahun 1997 ; dari 49 negara yang di teliti indonesia berada di urutan39.
• Tahun 1999;dari 47 negara yang di survei indonesia berada pada urutan 46.
• Tahun 2002 ; dari 49 negara yang di teliti indonesia berada pada urutan 47.
• Tahun 2007 ; dari 55 negara yang di survei ,indonesia urutan yang ke 53.
Hasil penelitian program pembangunan PBB (UNDP) :
• Tahun 2000 kualitas SDM indonesia berada pada urutan 109 dari 174 negara,jauh di bandingkan dengan negara tetangga Singapura (24), Malaysia (61), Thailand (76) dan Philipina (77).
• Tahun 2001 Berdasarkan data hasil penelitian di Singapura (september 2001) menempatkan sistem pendidikan nasional pada urutan 12 dari 12 negara Asia,lebih rendah dari Vietnam.
• Tahun 2005 Posisi Indonesia menduduki peringkat 10 dari 14 negara berkembang di kawasan Asia Pasifik.
Mempertanyakan kualitas pendidikan di Indonesia ,memang tidaklah naif. Dinamika proses penndidikan di Indonesia selama ini,begitu beragam dengan berbagai program yang terkesan selalu berganti-ganti. Tapi, begitulah sebuah fakta proses pendidikan di indonesiaberlangsung dalam upaya mencapai kualitas pendidikan yang terbaik pendidikan yang berkualiatas di pengaruhi oleh faktor siswa,guru,kurikulum,sarana dan prasarana, pengelolaan dana,supeervisi dan monitoring,serta hubungan sekolah dan masyarakat.
Faktor-Faktor tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Siswa
Faktor yang mempengaruhi ada 2 yaitu kemampuan dan lingkungan. Kemampuan artinya secara jasman dan rohani mampu untuk mengikuti sistem pembelajaran. Baik dan tidaknya lingkungan siswa sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembanganya. Sedangkan lingkungan tersebut adalah lingkungan sosial,ekonomi dan budaya seperti keluarga dan lebih luas lagi.
2. Guru
Faktor yang mempengaruhi yaitu kemampuan ,latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, bahan belajar, kondisi sosialekonomi, motivasi kerja,komitmen,disiplin dan kreatifitas.
3. Kurikulum
Kurikulum menurut UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan dan pengaturan mengenai tujuan ,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan pengembangan KBK yang telah di rintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap,pengetahuan,dan ketrampilan secara terpadu.
4. Sarana dan Prasarana
Untuk mendapatkan kelancaran dalam proses belajar mengajar yang telah di rencanakan , maka sarana dan prasarana harus lengkap. Saran dan Prasarana tersebut meliputiAlat peraga,Laboratorium,perpustakaan,ruang ketrampilan,ruan Uks dan lain-lain.
5. Pengelola Sekolah
Pengelola sekolah meliputi: pengelolaan kelas,pengelolaan guru.pengelolaan siswa,peningkatan tata tertib.
6. Proses Belajar Mengajar
Meliputi : penguasaan materi,menggunakan metode pengajaran,penampilan guru,pendayagunaan alat.
7. Pengelolaan Dana
Meliputi : perencanaan anggaran ,penggunaan dana,laporan dan pengawasan.
8. Supervisi dan Monitoring:
Kepala sekolah ,di samping sebagai administratoryang pandai mengatur dan bertanggung jawab tetntang kelancaran jalannya sekolah sehari-hari,juga adalah seorang supervisor. Sekolah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah saja tapi semua pihak yang terlibat dalam sebuah lembaga pendidikan.
9. Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Meliputi: hubungan sekolah dengan orang tua,dengan instansi pemerintah,dengan dunia usaha,dengan pendidikan lainnya.
Sekolah sebagai institusi pendidikan yang merupakan tempat proses pendidikan di lakukan,memiliki sistem yang komplek dan dinamis. Kegiatan di sekolah adalah mengelola SDM yang diharapkan menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Sehingga lulusan sekolah diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembangunan bangsa.
Kurikulum 2013 ini dengan basis kreatifitas adalah langkah tepat untuk menciptakan generasi berikutnya yang mampu berinovasi,bahkan basis kreatifitas ini juga bisa di dorong untuk menciptakan generasi muda entrepreneur.
Indonesia membutuhkan generasi yang kretif dan inovatif, karena itu kurikulum pendidikan berbasis kreatifitas ini adalah langkah tepat untuk menuntaskan persoalan-persoalan lainnya di bidang pendidikan.
Hingga sekarang ini, wajib belajar yang di terapkan di indonesia masih memiliki delapan juta penduduk berumur 15 tahun yang belum melek huruf. Sebanyak 80 persen penduduk hanya menyelesaikan pendidikan dasar dan hanya tujuh persen penduduk yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Padahal sebagian besar dunia kerja sekarang ini menginginkan lulusan perguruan tinggi .Akibatnya lowongan pekerjaan di ambil oleh penduduk negara tetangga. Karenanya , peningkatan kualitas pendidikan bagi usia produktif harus menjadi prioritas utama. Memang mahal biayanya tapi kalau tidak dilakukan sekarang kita akan ketinggalan lagi kedepan dan kedepannya lagi .